Inilah Profesi Memanfaatkan Social Media


Ilustrasi: Digital Marketing | Sumber: techgrowsoft.com

Ilustrasi: Digital Marketing | Sumber: techgrowsoft.com

“Usaha ngga harus online, namun ngga ada usaha yang melupakan online.” ~ Hermawan Kartajaya

Di era sebelum ada internet, semua orang jika ingin membeli satu barang harus keluar rumah, memakai pakaian bagus, menghidupkan motor, belum lagi jika hujan, becek, banjir, macet, hingga jauhnya lokasi. Diperlukan usaha yang tidak sedikit untuk melakukan transaksi.

Related image

Namun semuanya perlahan berubah ketika teknologi internet dapat dinikmati masyarakat Indonesia. Sekarang lebih dari separuh masyarakat Indonesia sudah terkoneksi dengan internet. Meskipun masih banyak terpusat di Jawa, namun daerah-daerah yang lain pun terus berbenah mengejar ketertinggalan.

Menurut data APJII (November, 2016), sebanyak 132,7 juta dari total populasi penduduk Indonesia 256,2 juta sudah terkoneksi internet. Salah satu dampaknya adalah semakin hari transaksi melalui media internet pun terus meningkat. Toko konvensional melirik untuk menjamah ranah dunia maya. Pelan tapi pasti, transaksi elektronik terus melesat. Tak hanya toko online yang banyak bermunculan, merek-merek terkenal pun goes online, perusahaan, pemerintahan, hingga dunia perpolitikan di Indonesia menjadi peduli terhadap perkembangan teknologi internet. Arus informasi begitu deras seperti aliran air terjun yang menghujam daratan. Sulit dihentikan, internet kini terus meluas menjamah setiap senti pelosok negeri.

Image result for internet indonesia 2017 infografis

Menurut data APJII (November, 2016), Facebook menjadi media sosial yang paling sering digunakan diikuti Instagram, Youtube, Google+, dan Twitter. Selain itu, menariknya, 62% dari pengguna internet di Indonesia sering mengakses toko online. Artinya ada sekitar 82,2 juta orang yang gemar melakukan transaksi di dunia maya. Aktivitas berikutnya meliputi bisnis personal sebanyak 34.2%. Tentu hal ini merupakan peningkatan aktivitas bisnis yang ada di internet.

Profesi-profesi baru pun hadir begitu saja. Banyak orang yang memanfaatkan internet untuk berbisnis dan mengambil keuntungan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan berbagai media yang ada di internet seperti advertising, media sosial, pengembang aplikasi, penulis kreatif hingga marketing digital. Ini sebabnya, belakangan ini banyak agensi digital bermunculan mewarnai kehidupan internet Indonesia, salah satunya adalah ABAH Digital Marketing Specialist

digital-marketing-2

Ilustrasi Digital Marketing | Gambar: dealerdigitalgroup.com

Akibatnya banyak profesi-profesi baru. Perusahaan pun menambah divisi khusus untuk menampung profesi ii. Sebenarnya ada banyak sekali profesi yang ada karena adanya internet. Contohnya seperti blogger, buzzer, social media specialist, content writer, youtuber, web developer, programmer, designer dan lain sebagainya. Namun saya akan memberikan contoh beberapa profesi yang memanfaatkan media sosial sesuai dengan pengalaman saya beberapa tahun belakangan ini.

1. Blogger

Sejak 2007, saya sudah tertarik membuat blog. Kala itu guru SMK saya mengenalkan Multiply dan WordPress. Sejak itu saya langsung ketagihan mengelola blog. Ternyata belakangan, menjadi blogger bisa menjadi salah satu profesi yang menguntungkan. Butuh waktu empat tahun hingga akhirnya mendapatkan job pertama dari blog. Betapa senangnya waktu itu, mendapatkan job review dari salah Digital Agency Jakarta dengan fee 800 ribu untuk satu postingan. Tawaran serupa sering saya dapatkan, meski tak semuanya saya terima.

wahyu-alam-blogger

Sekarang pekerjaan dengan memanfaatkan blog semakin beragam, ada yang namanya backlink campaign, pay per post, placement post, sponsored post, dan banyak nama-nama sejenis lainnya.

2. Social Media Strategist

Profesi ini juga sedang saya lakukan hingga sekarang. Social media strategist tugasnya membuat rancangan strategi untuk marketing digital menggunakan media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram. Rancangan biasanya berupa rencana dalam satu bulan atau yang biasa diberi nama content matrix, kemudian diterjemahkan menjadi content plan yang sifatnya per minggu. Content matrix berisi tema/topik yang apa saja yang akan dibahas dalam sebulan ke depan. Tema/topik harus sesuai dengan kondisi tren yang sedang ramai di masyarakat untuk mendapatkan engagement dari followers ataupun likers.

Social media strategist juga mempunyai tanggung jawab terhadap campaign-campaign apa yang harus dikerjakan setiap minggunya. Siapa-siapa saja yang harus diajak untuk menjadi buzzer, apa hashtagnya, siapa targetnya dan bagaimana menghitung return of investment (ROI)-nya. Tentu setiap brand mempunyai strategi berbeda-beda menyesuaikan dengan jenis brand dan target yang ingin dicapai.

3. Social Media Admin

Berbeda dengan social media strategist, social media admin bertugas untuk mengelola akun-akun dari brand. Biasanya satu orang akan mengelola lebih dari satu brand dan setiap brand memiliki beberapa aku media sosial sekaligus. Tugas social media admin diantaranya memposting, menjadwalkan postingan hingga menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan postingannya.

4. Social Media Response

Social media response sebenarnya turunan dari social media admin, hanya saja harus lebih responsif dan realtime. Biasanya hanya brand besar yang menggunakan jasa social media response. Brand besar tentu akan mendapatkan pertanyaan lebih banyak daripada brand-brand kecil. Tentu respon cepat sangat dibutuhkan. Apalagi jika sedang terjadi peristiwa yang menyangkut brand tersebut, pasti akan banyak sekali netizen yang memberikan komentar beragam. Tentu ada yang pro dan kontra. Memang sebenarnya respon bisa di-otomatisasi, namun bagaimana pun bahasa manusia berbeda dengan bahasa robot.

 

Image result for social media strategist

Ilustrasi Social Media Strategist | Gambar: thenextweb.com 

 

 

Nah, saya pernah menjadi social media response untuk salah satu perusahaan taksi terkemuka. Saya harus standby sesuai jadwal yang sudah ditentukan, karena diwajibkan responsif dan maksimal response time tidak boleh dari tiga menit. Sehingga dalam satu shift, saya harus fokus memandangi layar timeline di depan laptop/iPad. Setiap pertanyaan, komentar, komplain, hingga hujatan harus direspon dengan baik. Kemudian didokumentasikan sebelum akhirnya dikirim ke Jakarta untuk penanganan langsung dan juga untuk keperluan laporan.

Pernah suatu ketika, aktivitas timeline meningkat drastis karena kejadian kriminal yang dilakukan oleh oknum sopir, hal itu juga dapat memberikan pengaruh besar dalam profesi ini. Social media response dituntut cekatan menjawab sentimen negatif dengan sentimen-sentimen positif dengan cara elegan. Kalau dibahas lebih dalam, bisa menjadi satu postingan tersendiri.

5. Content Writer

Menurut saya, ini profesi yang paling sulit. Content writer biasanya diharuskan menghasilkan 5-10 konten setiap harinya. Bagi saya, menulis yang baik itu membutuhkan mood yang baik. Sehingga saya cukup mengalami kesulitan saat menjadi content writer untuk salah satu portal berita teknologi. Meskipun diperbolehkan menterjemahkan berita dari portal sejenis berbahasa Inggris, namun tetap saja content writer itu tidak mudah.

Padahal menjadi content writer tidak sesulit menulit untuk koran. Cukup dengan artikel yang pendek, judul yang menarik dan lagi ngetren belakangan, itu sudah bisa publish di portal berita tersebut. Bagi kalian yang suka sekali menulis, content writer bisa menjadi pilihan terbaik.

***

Image result for macbook twitter

Ilustrasi Social Media Strategist | Gambar: thenextweb.com

Itulah sebagian kecil profesi yang ada memanfaatkan media sosial. Berbeda dengan profesi yang ada di kantor, profesi ini dapat berubah nama dan tugasnya menyesuaikan dengan tren teknologi internet yang berkembang saat ini.

So, profesi manakah yang menjadi favoritmu?

 

***

Tulisan ini diikutsertakan dalam ABAH blog writing competition seperti yang ada  di banner di bawah ini:

Abah Blog Writing Competition 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s