Berkenalan dengan Hamming Code dan Reed Soloman Code


https://i1.wp.com/windows8transfer.com/wp-content/uploads/2012/04/Windows-8-transfer2.jpg

Yeaah! Mari kita belajar lagi. Kali ini belajar tentang Storing Data dalam sebuah Database Management System atau disingkat menjadi DBMS.

Kalau berbicara DBMS berskala raksasa seperti skala nasional ataupun internasional, kita harus memikirkan bagaimana penyimpanan datanya. Tidak hanya itu, faktor back-up juga sangat penting. Mengingat data yang simpan merupakan aset yang sangat mahal.

Tentu saja, jika data yang disimpan besar, ya diperlukan media penyimpanan (disk) yang besar pula. Semakin besar disk, diperlukan motor penggerak yang besar. Biaya operasional akan meningkat. Muncullah teknologi RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks).

Dengan teknologi RAID, dapat meningkatkan performa dan kehandalan. Bersifat redundant, satu rusak, masih ada yang lain. Secara kasat mata, terlihat hanya 1 disk, padahal di dalamnya terdapat banyak disk. Ada proses pembagian di dalamnya (stripping).

Sampai saat ini teknologi RAID mempunyai enam level untuk memproses pembagian data dalam beberapa disk. Konsep ini dinamakan data stripping. Lain waktu akan dibahas lebih mendalam tentang teknologi RAID ini.

Nah, beberala proses dalam data stripping menggunakan teknik Hamming Code dan Reed Soloman Code.

Hamming codes can detect up to two-bit errors or correct one-bit errors without detection of uncorrected errors. ~ Wikipedia

Hamming code diperkenalkan oleh Ricard Hamming pada tahun 1950 sabagai kode tunggal pengoreksi kesalahan. Kode Hamming adalah seperangkat koreksi kesalahan kode yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan bit yang dapat terjadi ketika data komputer dipindahkan atau disimpan.

Bagaimana proses Hamming Code ini? lihat video berikut:

Reed-Solomon Code adalah salah satu teknik error dan erasure correction yang paling baik dan dijadikan sumber standar dalam banyak bidang. Tidak hanya dalam perpindahan data di dalam DBMS, tetapi juga di bidang komunikasi satelit dan mobile, magnetic recording, dan high-definition television. Reed-Solomon mampu mengembalikan data yang rusak dengan kemampuannya non-binary code, sehingga memungkinkan untuk mengkoreksi lebih banyak data.

Reed–Solomon codes have since found important applications from deep-space communication to consumer electronics. They are prominently used in consumer electronics such as CDs, DVDs, Blu-ray Discs, in data transmission technologies such as DSL and WiMAX, in broadcast systems such as DVB and ATSC, and in computer applications such as RAID 6 systems. ~Wikipedia

So, kesimpulan pelajaran singkat kita kali ini adalah Hamming Code dan Reed Solomon Code digunakan untuk memudahkan transfer data dan dapat digunakan dalam beberapa bidang seperti DBMS, networking dan juga security.

2 thoughts on “Berkenalan dengan Hamming Code dan Reed Soloman Code

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s