Jakarta, Diplomatic City of ASEAN


https://i2.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/7d/ASEAN_HQ_1.jpg

Jalan Sisingamangaraja 7 A di Jakarta Selatan, berdisi sebuah bangunan apik seperti tatanan buku putih yang ditumpuk, dikelilingi rerumputan dan hijaunya pepohonan.  Begitu asri dan bersih jika dilihat dari kejauhan. Itulah markas ASEAN Secretary. Sebuah kebanggaan tersendiri, bagi Jakarta menjadi “ibukota” dari ASEAN. Jika diibaratkan sebuah negara, ASEAN adalah negara besar adidaya dengan berjuta potensi di dalamnya.

***

Mengapa Jakarta bisa terpilih sebagai Diplomatic City of ASEAN?

Jakarta adalah pintu masuk bagi bangsa asing menuju ASEAN khususnya Indonesia. Jakarta pertama kali dikenal sebagai salah satu pelabuhan Kerajaan Sunda yang bernama Sunda Kalapa. Pada abad ke-12, pelabuhan ini dikenal sebagai pelabuhan lada yang sibuk. Kapal-kapal asing yang berasal dari Tiongkok, Jepang, India Selatan, dan Timur Tengah sudah berlabuh di pelabuhan ini membawa barang-barang seperti porselen, kopi, sutra, kain, wangi-wangian, kuda, anggur, dan zat warna untuk ditukar dengan rempah-rempah yang menjadi komoditas dagang saat itu.

Selain itu, Jakarta terpilih menjadi diplomatic city of ASEAN karena Jakarta adalah kota metropolitan terbesar di Asia Tenggara atau urutan kedua di dunia. Di dunia internasional Jakarta juga mempunyai julukan seperti J-Town, atau lebih populer lagi The Big Durian karena dianggap kota yang sebanding New York City (Big Apple) di Indonesia. Pada periode 2009-2012, pembangunan gedung-gedung pencakar langit (di atas 150 meter) di Jakarta mencapai 87,5%. Hal ini telah menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan pencakar langit tercepat di dunia. Pada tahun 2020, diperkirakan jumlah pencakar langit di Jakarta akan mencapai 250 unit. Dan pada saat itu Jakarta telah memiliki gedung tertinggi di Asia Tenggara dengan ketinggian mencapai 638 meter (The Signature Tower).

https://i2.wp.com/static.pulsk.com/images/2013/06/27/51cb959ae922b_51cb959aeb2cf.jpg

Apa dampak positif dan negatifnya bagi Indonesia khususnya Jakarta?

Tidak ada ruginya bagi Indonesia khususnya Jakarta menjadi diplomatic city of ASEAN. Sebagai “ibukota”, Jakarta akan dipandang oleh dunia, bahwa kota ini bisa menjadi kota diplomasi yang baik bagi ASEAN. Indonesia akan diuntungkan secara ekonomi dan politik. Menjadi “ibukota ASEAN” jelas akan mendatangkan dampak positif. Jelas, semua kegiatan dan perencanaan khusus ASEAN akan terpusat dan terjadi di Jakarta.

Menjadi garda terdepan perkembangan arus informasi yang terjadi di ASEAN. Isu politik, ekonomi dan hukum dunia akan sampai lebih awal di Jakarta.

Selain itu, Jakarta akan menjadi starting point bagi ASEAN untuk menjalankan program dan strategi unggulannya. Segala kerjasama antara ASEAN dan beberapa negara di dunia akan berawal di Jakarta. Hal ini akan menjadi gengsi tersendiri bagi Jakarta, khususnya Indonesia.

Kesiapan apa saja yang perlu dilakukan oleh Jakarta sebagai tuan rumah dari Perhimpunan Bangsa-bangsa ASEAN

Berbeda dengan ajang perhelatan olahraga seperti PON, Piala Dunia hingga Olimpiade yang mengharusnya sebuah kota ataupun negara yang menjadi tuan rumah harus menggelar persiapan khusus, terkait infrastruktur dan transportasi. Sebagai tuan rumah dari perhimpunan bangsa-bangsa ASEAN, Jakarta tidak perlu ada persiapan khusus dalam infrastruktur dan tranportasi. Jakarta punya keduanya.

Berkas:TransJakarta Bundaran HI 1.jpg

INFRASTRUKTUR – Sebagai salah satu kota metropolitan dunia, Jakarta telah memiliki infrastruktur penunjang berupa jalan, listrik, telekomunikasi, air bersih, gas, serat optik, bandara, dan pelabuhan. Saat ini rasio jalan di Jakarta mencapai 6,2% dari luas wilayahnya. Selain jalan protokol, jalan ekonomi, dan jalan lingkungan, Jakarta juga didukung oleh jaringan Jalan Tol Lingkar Dalam, Jalan Tol Lingkar Luar, Jalan Tol Jagorawi, dan Jalan Tol Ulujami-Serpong. Pemerintah juga berencana akan membangun Tol Lingkar Luar tahap kedua yang mengelilingi kota Jakarta dari Bandara Soekarno Hatta-Tangerang-Serpong-Cinere-Cimanggis-Cibitung-Tanjung Priok.

Untuk ke kota-kota lain di Pulau Jawa, Jakarta terhubung dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang bersambung dengan Jalan Tol Cipularang. Selain itu juga tersedia layanan kereta api yang berangkat dari enam stasiun pemberangkatan di Jakarta. Untuk ke Pulau Sumatera, tersedia ruas Jalan Tol Jakarta-Merak yang kemudian dilanjutkan dengan layanan penyeberangan dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni.

Untuk ke luar pulau dan luar negeri, Jakarta memiliki satu pelabuhan laut di Tanjung Priok dan dua bandar udara yaitu:

  • Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng Banten yang berfungsi sebagai pintu masuk utama ke Indonesia. Dari dan ke Bandara Soekarno Hatta, tersedia bus Damri yang mengantarkan penumpang dari dan ke Gambir, Rawamangun, Blok M, Pasar Minggu, Kampung Rambutan, Bogor, dan Bekasi, dll
  • Bandara Halim Perdanakusuma yang banyak berfungsi untuk melayani penerbangan kenegaraan serta penerbangan jarak pendek.

Untuk pengadaan air bersih, saat ini Jakarta dilayani oleh dua perusahaan asing, yakni Thames Jaya (Inggris) untuk wilayah sebelah timur Sungai Ciliwung, dan PAM Lyonnaise Jaya (Prancis) untuk wilayah sebelah barat Sungai Ciliwung. Pada tahun 2010, kedua perusahaan ini hanya menyuplai air bersih kepada 44% penduduk Jakarta.

Jakarta memiliki segudang pusat perbelanjaan, jumlahnya hingga mencapai 170! Ada yang berjenis pasar grosir, ITC, plaza, mal, dan square. Banyak juga yang luasnya lebih dari 100.000 m2, seperti Mal Artha Gading dan Grand Indonesia. Pusat perbelanjaan terbesar dan tertua di Jakarta adalah Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen

TRANPORTASI – Untuk melayani mobilitas penduduk Jakarta, pemerintah menyediakan sarana bus PPD. Selain itu terdapat pula bus kota yang dikelola oleh pihak swasta, seperti Mayasari Bhakti, Metro Mini, Kopaja, dan Bianglala. Bus-bus ini melayani rute yang menghubungkan terminal-terminal dalam kota, antara lain Pulogadung, Kampung Rambutan, Blok M, Kalideres, Grogol, Tanjung Priok, Lebak Bulus, Rawamangun, dan Kampung Melayu.

Untuk angkutan lingkungan, terdapat angkutan kota seperti Mikrolet dan KWK, dengan rute dari terminal ke lingkungan sekitar terminal. Selain itu ada pula ojek, bajaj, dan bemo untuk angkutan jarak pendek. Tidak seperti wilayah lainnya di Jakarta yang menggunakan sepeda motor, di kawasan Tanjung Priok dan Jakarta Kota, pengendara ojek menggunakan sepeda ontel. Angkutan becak masih banyak dijumpai di wilayah pinggiran Jakarta seperti di Bekasi, Tangerang, dan Depok.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memulai pembangunan kereta bawah tanah (subway) pada 2 Mei 2013 yang dananya diperoleh dari pinjaman lunak negara Jepang. Subway jalur Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia sepanjang 15 km ditargetkan beroperasi pada 2017. Jalur kereta monorel juga sedang dipersiapkan melayani jalur Semanggi – Roxy yang dibiayai swasta dan jalur Kuningan – Cawang – Bekasi – Bandara Soekarno Hatta yang dibiayai pemerintah pusat. Untuk lintasan kereta api, pemerintah pusat sedang menyiapkan double track pada jalur lintasan kereta api Manggarai-Cikarang. Selain itu juga, saat ini sedang dibangun jalur kereta api dari Manggarai menuju Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng.

Transjakarta,Kereta Listrik, dan Angkutan Sungai yang diharapkan menjadi pemecah kemacetan di Jakarta semakin melengkapi transportasi di ibukota.

Ketika fasilitas sudah terpenuhi, infrastruktur telah memadai dan banyak pilihan tranportasi, Jakarta khususnya Indonesia harus lebih serius mempersiapkan gagasan dan ide kreatif yang akan digunakan untuk tata kelola ASEAN agar menjadi komunitas ASEAN yang bisa bersaing di ranah Internasional. Indonesia harus mempunyai peranan penting untuk jalannya perhimpunan bangsa-bangsa ASEAN ini. Tak hanya menjadi penonton tetapi juga berkontribusi, menjadi bagian dari sejarah perkembangan ASEAN sehingga menjadi sebuah satu kesatuan, komunitas negara yang besar dan menjadi contoh bagi komunitas negara lain di dunia.

***

Referensi:

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta
  2. http://belindomag.nl/id/feature-id/9-keunikan-kota-jakarta
  3. Gambar: wikimedia.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s