KTT ASEAN Ke-22: Tentang Pemuda dan Arus Informasi


Petinggi negara ASEAN berkumpul, berdiskusi, bermusyawarah membahas Komunitas ASEAN ke depan. Acara berkumpulnya petinggi-petinggi ASEAN ini diberi nama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN. Acara ini digelar untuk membahas pengembangan ekonomi dan budaya di negara-negara di ujung tenggara benua Asia ini.

Sudah 22 kali KTT ASEAN ini dilaksanakan. Indonesia menjadi tuan rumah pertama pada 23‒24 Februari 1976 bertempat di Bali. Kemudian acara ini berlangsung rutin meski sempat terputus pada periode 1977 – 1987. KTT ASEAN benar-benar rutin digelar setiap tahun sejak tahun 2001. Bahkan pada tahun 2007 diadakan dua tahun sekali. Hal ini karena pada tahun 2006 sempat tertunda, karena badai Seniang. Terakhir, KTT diadakan di Brunei Darussalam pada bulan April yang lalu.

https://i0.wp.com/setkab.go.id/media/article/images/2013/04/25/k/t/ktt_asean_brunei_dibuka1.jpg

Ada banyak pembahasan penting pada KTT ke-22 di Brunei. Diantaranya, Pentingnya komitmen bersama untuk melaksanakan cetak biru ASEAN dalam menyongsong pembentukan komunitas ASEAN akhir tahun 2015. Untuk itu perlu dipastikan kemajuan isu-isu prioritas seperti perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan antara lain dengan mempercepat pembahasan Code of Conduct, operasionalisasi ASEAN Peace and Reconciliation Institute (AIPR), aksesi negara pemilik nuklir atas Protokol SEANWFZ, ASEAN Common Visa, implementasi Bali Concord III dan Rencana Aksinya, bangunan arsitektur politik dan keamanan regional berbasis ASEAN, universalisasi Treaty of Amity and Cooperation, tantangan lain terhadap perdamaian dan stabilitas di wilayah ASEAN dan kawasan yang lebih luas. Selain itu, Menko Polhukam juga mendorong koordinasi dan sinergi semua badan sektoral di bawah pilar polkam baik pada tingkat nasional maupun ASEAN dalam mendukung pembentukan komunitas ASEAN 2015

3 pilar, ratusan tujuan. Bagaimana mencapai tujuan pembangunan badan persatuan ASEAN? Mampukah negara-negara ASEAN mewujudkan Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan?

Semua elemen harus bersatu untuk semuanya bisa mencapai tujuan dan mewujudkan menyatukan rakyat ASEAN. Ada dua hal penting dalam mewujudkan tujuan besar ini: Pemuda dan akses informasi.

Pemuda sebagai komponen terbesar di ASEAN harus membangun integritas ASEAN dan mewujudkan Komunitas ASEAN 2015. Kami akan menjadi jembatan bagi Komunitas ASEAN dan dunia. Kami ingin memfasilitasi dialog untuk perdamaian dan kemanusiaan, serta  menyuarakan rekonsiliasi di Mesir dan Suriah. Sejak dahulu, Presiden Soekarno sudah berkoar-koar tentang pemuda, salah satu kalimat magis yang pernah keluar dari mulut sang Proklamator adalah:

Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya! Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia

Generasi muda adalah the leader of tomorrow. Makanya di tangan kaum mudalah nasib sebuah bangsa dipertaruhkan. Jika kaum mudanya memiliki semangat dan kemampuan untuk membangun bangsa dan negaranya, maka sesungguhnya semuanya itu akan kembali kepadanya. Hasil pembangunan dalam aspek apapun sebenarnya adalah untuk kepentingan dirinya dan masyarakatnya.

Akses informasi menjadi kunci dalam komunitas ASEAN sehingga setiap negara dapat saling berkomunikasi dan bertukar informasi. Saya menyarankan pemerintah harus jemput bola karena anak-anak muda menginisiasi pertemuan ini bersama dengan negara-negara AS, Rusia. Ini adalah bagian penting dalam meminimalisasi  kesalahpahaman dan menciptakan kesatuan di masyarakat antarnegara. Komunikasi antara para pemuda lintas negara akan membantu pemerintah dalam mediasi komunikasi dan meminimalisasi  kesalahpahaman antarmasyarakat ASEAN, terutama di negara-negara konflik seperti Myanmar dan Pakistan, seperti dalam menyelesaikan masalah perbatasan dan pengungsi Rohingya.

https://wahyualamsyah.files.wordpress.com/2013/09/0065d-pentingnya-komunikasi-dalam-organisasi.jpg

Sejalan dengan berubahnya paradigma arus komunikasi internasional mulai muncul juga Global Communication Order atau yang kita kenal dengan “tata komunikasi dan informasi dunia baru”. Munculnya wacana ini dipicu dari bermunculannya pemimpin-pemimpin dunia ketiga yang mulai menyadari bahwa paradigma komunikasi internasional Free Flow Information ternyata bukanlah arus informasi bebas yang seimbang. Pada kenyataanya arus informasi bebas lebih berkembang menjadi arus utara ke selatan dan barat ke timur tetapi tidak ada arus informasi yang seimbang dari timur ke barat atau dari selatan ke utara.

Fenomena kontemporer mengenai komunikasi internasional yang dapat diamati saat ini, adalah bagaimana hubungan antarnegara kini semakin dinamis dengan perkembangan teknologi informasi. Banyak masalah antarnegara yang dibahas dalam bingkai komunikasi internasional, yang tidak melulu masalah politik dan keamanan. Masalah-masalah lingkungan hidup, kesejahteraan, kini juga menjadi masalah bersama di antara banyak negara. Bahkan terkadang terdapat satu masalah yang dibahas secara global oleh masyarakat dalam dialog global civil society, semisal masalah terorisme. Masalah ini bukan lagi notabene masalah pemerintah atau negara saja, tetapi telah menjadi masalah masyarakat

Pemuda dan akses informasi menjadi sebuah dua hal penting untuk mencapai tujuan bersama. Membentuk Komunitas ASEAN dengan Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan.

***

Referensi:

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Konferensi_Tingkat_Tinggi_ASEAN
  2. http://www.polkam.go.id/Beranda/tabid/38/mid/394/newsid394/353/language/en-US/Default.aspx
  3. http://www.suarapembaruan.com/home/pemuda-asean-serukan-kesetaraan-dan-perdamaian/40934
  4. http://nursyam.sunan-ampel.ac.id/?p=115
  5. http://forum.kompas.com/teras/266186-kumpulan-kata-kata-bijak-soekarno.html

One thought on “KTT ASEAN Ke-22: Tentang Pemuda dan Arus Informasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s