Akhirnya, Bebas Visa Ke Myanmar


Berkas:Indonesian E-Passport.jpg

“Pemerintah Republik Indonesia memohon kepada semua pihak yang berkepentingan untuk mengizinkan kepada
pemegang paspor ini berlalu secara leluasa dan memberikan bantuan dan perlindungan kepadanya.”

**

“The Government of the Republic of Indonesia requests to all whom it may concerned to allow the bearer to pass freely without let or hindrance and afford him/her such assistance and protection.”

***

Itulah kalimat di halaman pertama Paspor Republik Indonesia. Adalah dokumen perjalanan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan perwakilan RI di luar negeri. Paspor ini hanya diberikan kepada Warga Negara Indonesia. Berisi 24 atau 48 halaman dan berlaku selama 5 tahun. Dokumen ini milik negara yang dapat dibatalkan atau dicabut sewaktu-waktu oleh negara tanpa pemberitahuan. Paspor ini diterbitkan bilingual dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selain Paspor, seorang warga negara yang ingin bepergian ke luar negeri harus mempunyai dokumen lainnya bernama Visa. Apa bedanya dengan Paspor?

Simpelnya, Paspor itu ibarat kartu identitas kita, sedangkan Visa adalah tiket masuk ke negara tujuan.  Adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah negara memberikan seseorang izin untuk masuk ke negara tersebut dalam suatu periode waktu dan tujuan tertentu.

Berkas:Visa.jpg

Beberapa negara ada yang menerapkan bebas Visa, Visa On Arrival dan tidak sedikit juga negara yang membutuhkan kepemilikan Visa asli untuk dapat masuk bagi warga negara asing, biasanya distempel atau ditempel di paspor penerima.

Negara-negara ASEAN hampir semuanya bebas Visa. Artinya, semua warga negara-negara ASEAN bisa datang ke negara tetangga sesama ASEAN bermodalkan Paspor saja, tanpa harus memiliki Visa. Namun, hal ini tak berlaku untuk negara Myanmar, setidaknya sampai tahun depan. Padahal, Myanmar adalah salah satu wilayah di Asia Tenggara yang terkenal dengan warisan budaya unik berupa ribuan candi-candi yang terbuat dari batu bata merah, hampir sama dengan yang ada di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Trowulan Mojokerto. Walaupun kegiatan pariwisatanya hingga kini masih kalah jauh dari Malaysia, Indonesia, bahkan Singapura.

Daily ASEAN visa

Foto saat Menteri Luar Negeri Myanmar Tin Oo Lwin Berpidato di Depan Parlemen

Myanmar awalnya bernama Burma. Pemerintahan Junta militer mengubah nama Burma menjadi Myanmar agar etnis non-Burma merasa menjadi bagian dari negara. Walaupun begitu, perubahan nama ini tidak sepenuhnya diadopsi oleh dunia internasional, terutama di negara-negara persemakmuran Inggris.

Pemerintahan junta militer berkuasa, segala sesuatu di Myanmar menjadi begitu ketat dan disiplin. Namun, warga ASEAN hari ini seharusnya bersorak gembira. Karena mulai tahun depan Myanmar akan menerapkan bebas Visa untuk semua turis asing yang ingin berkunjung.
bangkok-post-myanmar

BANGKOK POST – Myanmar has allowed foreigners holding its visas to freely choose to travel to the country via any of its six entry channels.

The channels cover three land border crossings in Chiang Rai’s Mae Sai district, Tak’s Mae Sot district and Ranong’s Muang district and three air entry ports through Myanmar’s airports in Yangon, Mandalay and Nay Pyi Taw.

A ceremony was held to launch the new arrangement at a border crossing between Mae Sai district and Myanmar’s Tachilek on Wednesday.

The event was presided over by Shan State Security and Border Affairs Minister Col Aung Thu and attended by several Thai officials, including Mae Sai district chief Boontham Tipprasong and Col Yongyuth Laoketkarn, deputy commander of Pha Muang Force’s 3rd special unit.

Col Aung Thu said the change is aimed at boosting relations between Thailand and Myanmar, and spurring tourism.

myanmar-the-jakarta-post

THE JAKARTA POST – Myanmar’s foreign ministry has said the country would be signing reciprocal visa exemptions with ASEAN countries next year.

During a parliamentary session on Monday, Deputy Foreign Minister Tin Oo Lwin said that Myanmar and Laos had signed a reciprocal 14-day visa exemption for ordinary passport holders in 2006. “The government will take the same measures with the remaining ASEAN countries in the next fiscal year,” he said.

Myanmar signed an agreement with Cambodia, Indonesia and the Philippines in June to develop a smart visa system for tourism developments in the region.

Myanmar reaped over US$29 billion from visa fees collected by its embassies, permanent missions and consulates in foreign countries from April 2011 to May 2013.

myanmar-eleven-myanmar

ELEVEN MYANMAR – Myanmar will sign reciprocal visa exemption with ASEAN countries next fiscal year, according to the Ministry of Foreign Affairs.

During a parliamentary session on Monday, Deputy Minister Tin Oo Lwin said that Myanmar and Laos signed a reciprocal 14-day visa exemption for ordinary passport holders in 2006. It will try to sign visa exemptions with the other ASEAN countries in the next fiscal year.

Myanmar has received over US$29 billion from visa fees collected by its embassies, permanent missions, and consulates in international countries from April 2011 to May 2013.

Respective offices transfer the money they have collected for issuing visas, testimonials, and extending passports and issue new ones to Myanmar Foreign Trade Bank in Euros every three month.

The bank then transfers the money to respective ministries in equivalent Kyat, the deputy minister added. Myanmar has signed an agreement with Cambodia, Indonesia, and Philippines in June to develop a smart visa system for tourism development in the region.

Berita di atas, jelas sangat melegakan para turis asing yang ingin berkunjung ke negeri  Myanmar. Sekarang, Myanmar sama seperti negara-negara ASEAN yang lain. Pintu terbuka lebar untuk semua turis yang ingin berkunjung ke Myanmar dengan berlakunya bebas Visa tahun depan. Memang sebenarnya, ada baiknya kita membuka akses sebesar-besarnya untuk semua warga asing yang ingin berkunjung tentu dengan beberapa batasan. Hal ini tentu akan berdampak pada jumlah turis akan datang setiap tahunnya.

 

Referensi:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s