Candi, Hutan dan Sungai


Seribu tujuh ratus tahun yang lalu, sebuah pulau terbentuk di masa sebelum es mencair. Terbentuk dari gugusan kepulauan Sunda Besar dan paparan Sunda di ujung tenggara benua Asia. Pulau yang tanahnya begitu subur dengan curah hujan tinggi ini diberi nama pulau Jawa. Sebuah nama yang hingga kini, ada beberapa sumber yang berbeda. Ada yang menyebutkan berasal dari tumbuhan  jáwa-wut, yang banyak ditemukan di pulau ini pada masa purbakala. Dalam Bahasa Sanskerta yava berarti tanaman jelai, sebuah tanaman yang membuat pulau ini terkenal.

Di tengah pulau Jawa, seolah menjadi penanda titik tengah. Terdapat sebuah candi suci yang merupakan model alam semesta. Dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief, 504 arca Buddha. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) dharmachakra mudra (memutar roda dharma).  Mpu Prapanca melalui naskahnya Nagarakretagama memberinya nama Borobodur.

 Borobudur temple at sunrise, Java, Indonesia. Picture: Supplied

Dari atas, candi Borobudur membentuk pola Mandara besar. Pola yang rumit terbentuk atas bujur sangkar dan lingkaran konsentri. Rupadhatu; Empat undak teras yang membentuk lorong keliling yang pada dindingnya dihiasi galeri relief oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Arupadhatu; Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana.

Borobudur terletak di atas bukit pada dataran, dikeliling dua pasang gunung kembar; Gunung Sundoro-Sumbing di sebelah barat laut, dan Merbabu-Merapi di sebelah timur laut, di sebelah utaranya terdapat bukit Tidar, lebih dekat di sebelah selatan terdapat jajaran perbukitan Menoreh, serta candi ini terletak dekat pertemuan dua sungai yaitu Sungai Progo dan Sungai Elo di sebelah timur.

Bagi saya yang mengunjunginya akhir bulan Juni lalu, candi Borobudur lebih dari sekadar tempat wisata sejarah kontemporer, tetapi juga wisata alam yang dapat menyegarkan pikiran dan menyehatkan badan dengan menghirup udara segar di sekitar area wisata ini.

Terpisah daratan dan lautan ratusan kilometer ke utara Borobudur, terdapat beberapa peninggalan sejarah masa lalu yang hampir serupa. Sebut saja, candi Angkor Mer di Kamboja. Raja Suryavarman II dari Kekaisaran Khmer memulai bekerja pada area seluas 200 hektar untuk membuat kuil atau candi di ibu kota Angkor, yang sekarang adalah Kamboja. Bangunan ini dibuat untuk menghormati dewa Hindu Wisnu, namun pemimpin di abad ke-14 mengubah situs tersebut menjadi kuil Buddha.

angkor wat,kamboja,hindu

Angkor War, Candi Megah di Daratan Kamboja

Tidak ada yang menyangka jika di dalam hutan belantara yang terasing ternyata terdapat sebuah bangunan megah dan bersejarah. Hingga saat ini, para arkeolog mempertanyakan dari mana dan bagaimana batu-batu besar tersebut sampai di lokasi dan digunakan untuk membangun candi pada masa itu. Karena melihat letaknya, akses menuju lokasi bukanlah medan yang mudah untuk ditempuh.

Angkor Wat terletak 5,5 kilometer (3.4 mil) di utara kota modern Siem Reap, dan bergeser ke timur dari bekas ibu kota sebelumnya yang berpusat di candi Baphuon. Candi ini berada di kawasan kelompok percandian terpenting di Kamboja, juga menjadi candi paling selatan dari kelompok candi di kota Angkor.

Sebuah bangunan yang luar biasa yang tak mungkin digambarkan dengan pena, karena tidak ada bangunan lain di dunia ini yang menyerupainya. Bangunan ini memiliki menara dengan hiasan yang sangat halus dan indah yang hanya bisa diciptakan oleh manusia jenius. Ungkap António da Madalena, seorang biarawan Katolik Portugis yang mengunjunginya pada tahun 1586.

Terlihat ada beberapa persamaan dalam relief antara candi Borobudur di Magelang, Indonesia dengan Angkor War di Angkor Kamboja. Tidak hanya relief, tetapi juga secara geografis. Keduanya, atau bahkan beberapa candi di negara-negara Asia Tenggara ini berada di sekitar area pegunungan dan hutan belantara.  Selain itu, lebih khusus untuk candi Borobodur dan candi Angkor War ini sama-sama dikelilingi sungai. Meskipun beberapa diantaranya sudah tidak lagi berfungsi sebagai sungai. Lihat saja letak beberapa candi terkenal di Nusantara seperti candi Mendut, candi Prambanan dan candi Sukuh di Karanganyar, Jawa Tengah. Letaknya berada di pegunungan dengan sungai di area sekitarnya.

Hal ini yang membuat saya selalu senang berwisata ke candi-candi di Nusantara. Sekali wisata, bisa mendapat dua hal: wisata sejarah dan wisata alam. Sungguh menarik!

Berkas:Map of Sunda and Sahul.png

Sunda dan Sahul 1700 Tahun yang Lalu

Memang, ada kemungkinan hubungan kedua candi tersebut. Mengingat ribuan tahun lalu, kawasan Jawa, Sumatera, Kalimantan dan beberapa negara di asia tenggara itu tersambung. Di akhir Zaman Es terakhir, suhu rata-rata bumi meningkat dan permukaan laut meningkat pesat. Sebagian besar Paparan Sunda tertutup lautan dan membentuk rangkaian perairan Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Selat Karimata, dan Laut Jawa. Pada periode inilah terbentuk Semenanjung Malaya, Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, dan pulau-pulau di sekitarnya. Di timur, Pulau Irian dan Kepulauan Aru terpisah dari daratan utama Benua Australia. Kenaikan muka laut ini memaksa masyarakat penghuni wilayah ini saling terpisah dan mendorong terbentuknya masyarakat penghuni Nusantara masa modern seperti yang terlihat sekarang.

Bukti kesamaan relief dan geografis candi-candi di Asia Tenggara, sudah cukup membuktikan bahwa manusia di ujung tenggara asia itu semua serumpun. Karena warga ASEAN itu (pernah) hidup di tanah yang sama, minum air yang sama, dan menghirup udara yang sama.

Referensi:

One thought on “Candi, Hutan dan Sungai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s