Permasalahan pada Hypertext


https://i0.wp.com/www.eduflex.ca/moodle2/moodledata/2/content/t2/images/hypertext-transfer-protocol.jpg

Permasalahan pada Hypertext : Not Linier and Dis-Orientasi & Cognitive Overload

Sebelum membahas tentang permasalahan yang akan dibahas, terlebih dahulu kita harus tahu pengertian dari Hypertext itu sendiri😀. Hypertext adalah antar muka pengguna (user-interface) untuk menampilkan dokumen yang berisi referensi yang terhubung otomatis ke dokumen lainnya yang disebut Hypelink. Hypertext pertama kali disusun hampir 50 tahun yang lalu oleh Vannevar Bus artikelnya, As We May Think in the July 1945 issue of The Atlantic Monthly. Dalam lembaran, dia membahas bagaimana masyarakat dan teknologi harus mengatasi kemajuan ilmiah yang terus meningkat pasca Perang Amerika.

Hypertext merupakan metode penyimpanan informasi dalam format non-linear yang memungkinkan akses atau browsing secara non-linear atau random. Dokumen dan aplikasi terdapat secara lokal atau dari mana pun dia berada dengan bantuan jaringan komputer seperti internet. Implementasi paling terkenal dari hypertext adalah World Wide Web.

Sekarang giliran membahas permasalahan yang ada di Hypertext mulai dari Not Linier. Blustein & Staveley berpendapat bahwa hypertext tidak lagi non-linear dari bentuk-bentuk komunikasi tertulis. Espen Aarseth memiliki pandangan yang lebih bernuansa ,walaupun tidak secara langsung bertentangan Blustein & Staveley. Secara khusus, model yang disediakan oleh Kintsch dan van Dijk (1978) tidak membuat perbedaan yang tegas antara teks linier dan nonlinier. Model mereka terdiri dari tingkatmemproses beberapa teks, namun hanya dua yang tertinggi dapat digunakan untuk menjelaskan perbedaan dalam pemahaman teks dan hypertext.

kemudian dilanjut dengan membahas Dis-Orientasi & Cognitive Overload. Dis-Orientasi & Cognitive Overload adalah dua masalah yang saling terkait yang mungkin pada akhirnya akan membatasi kegunaan dari hypertext itu sendiri. Disorientasi atau masalah navigasi tampaknya tetap salah satu masalah utama di hypertext. Nielsen(1990) mengatakan bahwa user sering tersesat atau bingung tentang lokasi mereka dalam sistem hypertext. Conklin (1987) menggambarkan masalah disorientasi dimana kamu tidak mengetahui cara mengakses sesuatu yang Anda yakin ada di sana. Tapi menjadi lebih bingung ketika mengetahui tata ruang dari frame dalam jaringan hypertext.

Cognitive Overload merupakan beban yang berlebihan pada Hypertext. Terlalu banyaknya pilihan link untuk user yang merupakn beban berlebih yang ditunjukkan hypertext sehingga akan mempersulit user untuk mau mengikuti link yang mana, akhirnya menimbulkan ketidak sukaan user dalam menggunakan aplikasi web.

3 thoughts on “Permasalahan pada Hypertext

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s