Pesan Mulia di Film Tanah Air Beta


https://i1.wp.com/3.bp.blogspot.com/__R7utF2DUXw/S1BgW8eZWbI/AAAAAAAAAzo/7c69dSWgyDA/s400/tanah+air+beta.jpg

Ini adalah kutipan beberapa berita dari media online kompas.com mengenai Film Tanah Air Beta, setelah menonton film ini, saya lebih mengetahui bahwa ada saudara se-tanah air kita yang masih hidup kesusahan di negeri ini, salah satunya kehidupan saudara kita yang ada di Atambua – Nusa Tenggara Timur. Saya juga mengapresiasi kepada Sutradara film ini Ari Sihasale yang mampu mengingatkan kita semua akan keberadaan saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tersebut. Berikut beberapa kutipan dari media online kompas.com. ( “Bagi yang belum nonton, cepetan Nonton!” )

Film Tanah Air Beta produksi Alenia Pictures menyelipkan unsur edukasi berupa perilaku hidup bersih dan sehat melalui film garapan Ari Sihasale tersebut.”Ini merupakan upaya untuk terus membudayakan dan menyosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat di keluarga Indonesia,” kata sutradara Ari Sihasale

Oleh karena itu,dalam film berdurasi sekitar 90 menit tersebut pihaknya menyelipkan beberapa adegan cuci tangan pakai sabun. Kebiasaan cuci tangan pakai sabun yang ingin disosialisasikan tersebut diantaranya disaat mandi, mencuci tangan sebelum makan pagi, mencuci tangan sebelum makan siang, mencuci tangan sebelum makan malam, mencuci tangan setelah ke toilet. Untuk itu, Alenia Pictures menggandeng salah satu produsen sabun kesehatan di Indonesia Lifebuoy untuk menyosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat melalui tampilan audio dan visual yang hidup.

Selain itu, Rp100 dari setiap pembelian tiket bioskop film Tanah Air Beta yang terjual akan disumbangkan untuk melanjutkan program revitalisasi posyandu di Nusa Tenggara Timur. Pasalnya, Nusat Tenggara Timur merupakan lokasi pembuatan film yang berkisah tentang keluarga yang tercerai berai akibat terpisahnya Timor Leste dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Tanah Air Beta” Dipuji Menteri PDT

Film Tanah Air Beta mendapatkan penghargaan dari Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Ir H. Ahmad Helmy Faishal Zaini karena karya tersebut banyak mengirimkan pesan moral. Ahmad Helmy menyerahkan penghargaan tersebut kepada Ari Sihasale selaku sutradara film didampingi Nia Zulkarnaen selaku produser film dalam acara  nonton bersama di Plaza Senayan, Jakarta,  Kamis (1/7/2010). “Banyak pelajaran yang bisa diambil dari film ini, salah satunya menginspirasikan untuk berjuang dengan keras,” ujarnya tentang film keluarga tersebut.

Nilai positif lain dari film Tanah Air Beta menurut Ahmad adalah menggugah hati bahwa masih ada saudara  sebangsa yang tinggal di daerah perbatasan dan  membutuhkan perhatian. Film Tanah Air Beta berlatar di daerah Atambua, NTT. “Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal sendiri  memiliki tugas yang harus diselesaikan, masih terdapat 27 kota di Indonesia yang masuk kategori rumah tertinggal termasuk Atambua,” ujarnya.

Ahmad mengemukakan seyogyanya masyarakat Indonesia menonton film  nasional yang sarat pesan moral di tengah banyak beredarnya film berbau horor atau percintaan. “Kampanye film seperti ini harus sering karena banyak mengingatkan kita bahwa Indonesia adalah bocoran surga, begitu banyak sumber daya alam Indonesia yang harus diolah,” ujarnya.

Ahmad juga mengatakan film itu bukan hanya menceritakan romantisme kehidupan pengungsi di perbatasan Indonesia-Timor Leste, pascajejak pendapat Timor Timur, film ini mengajak penontonya untuk mengukur kembali rasa kecintaan kepada Indonesia dengan nilai-nilai persaudaraan dan persahabatan serta perjuangan.

2 thoughts on “Pesan Mulia di Film Tanah Air Beta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s