Keterbatasan Tidak Akan Pernah Mengalahkan Mimpi


Mencari cahaya mimpi

Suka dan duka yang terlukis dalam secarik kain kanvas bernama kehidupan. Ketika seseorang ingin mewujudkan mimpinya pasti akan melewati lukisan itu. Tawa, canda, gembira, susah, derita, keringat menjadi komposisi yang tidak terlepaskan. Sering kali ketika kita berlari mengejar mimpi yang seolah cahayanya sangat terang di depan tapi tiba-tiba meredup dan hilang hingga membuat kita berhenti yang bingung ingin mencari kemana mimpi itu pergi. Langkah terus berjalan tiada henti meski tidak lagi berlari, seraya berharap cahaya mimpi itu kembali terlihat kemudian menerangi jiwa yang sedang runtuh untuk membangunkan kita dari keterpurukan dan kembali berlari mengejar cahaya mimpi yang seolah menunggu di depan kita.

Berlari dan berlari, seolah tanpa lelah kita berlari mengejar apa yang kita inginkan sejak lama. Meski tidak pernah tahu akankah kita berhasil meraih mimpi itu. Di tengah jalan kita berhenti dan berfikir, adakah jalan lain yang lebih cepat untuk menuju kesana. Tiba-tiba ada seseorang yang menyalip kita, orang itu pergi ke arah cahaya itu dengan sangat cepat seseolah terbang seperti pesawat. Di belakang orang itu masih ada lagi yang pergi dengan lebih cepat menggunakan alat seperti mobil, mereka semua berjejer menyalip Saya yang berhenti sejenak, walaupun fisik sangat letih tapi pikiran Saya coba untuk tetap berpikir jernih. Saya mencoba berpikir bisakah Saya memiliki alat yang digunakan orang yang telah menyalib Saya. Sambil berjalan pikiran saya terus berpikir seandainya Saya seperti mereka yang mempunyai alat itu, pasti akan lebih cepat meraih cahaya mimpi itu. Semakin Saya berpikir, semakin saya yakin bahwa sebenarnya saya bisa pergi ke sana meski tanpa menggunakan alat yang orang lain pakai.

Kaki terus melangkah, alat yang saya inginkan tidak bisa Saya dapatkan. Tapi Saya tetap semangat, setelah kondisi fisik mulai kembali, Saya kembali berlari mengejar mimpi yang semakin terang di depan Saya. Sepertinya sudah ribuan kilometer Saya berlari tapi tidak berhasil mencapai cahaya mimpi di depan. Rasa frustasi mulai mewarnai jiwa yang sudah terkapar lelah. Hal ini membuat cahaya mimpi itu seolah pergi dan tidak ingin Saya mengejarnya. Saya terhenti dan terdiam terpaku kenapa saya sangat sulit pergi ke mimpi itu. Kembali pikiran ini tertuju pada alat aneh yang orang pakai di depan saya. Sebelum mengejar mimpi itu, saya harus mempunyai alat aneh seperti kebanyakan orang yang telah menyalip saya. Saya beranggapan, bahwa tidak akan bisa menggapai mimpi itu tanpa menggunakan alat aneh itu. Saya selalu berpikir dan berusaha bagaimana cara mendapatkan alat itu sehingga mimpi yang saya impikan seolah terpinggirkan.

Sangat susah ternyata untuk mendapatkan alat itu, Saya gagal mendapatkan. Semangat dan keyakinan mulai luntur dalam lukisan di hatiku. Yang ada hanya rasa frustasi sehingga membuat kaki ini malas untuk melanjutkan perjalanan menuju cahaya mimpi itu. Air mata hati ini menetes melihat kelelahan di raga ini. Kembali saya terhenti, kali ini benar-benar terhenti karena tidak ada lagi semangat dan motivasi, seolah habis dimakan keinginan saya untuk mendapatkan alat itu. Saya seperti menangis meratapi keterbatasan yang nyata dalam menjalani ini semua.

Ditengah rasa frustasi Saya tiba ada seseorang berturut-turut di belakang orang yang menggunakan alat seperti mobil tadi juga menyalib Saya, berjalan ke cahaya mimpi itu. Meski dengan merangkak tapi orang itu terlihat begitu bahagia dan raut wajah tidak ada kegelisahan bahwa jalan menuju cahaya mimpi itu sangat jauh dan terjal. Tapi orang yang merangkak itu terus merangkak sedikit demi sedikit dengan senang hati, tidak ada pikiran buruk terhadap orang yang lebih mampu dari dia untuk meraih impiannya.

Raut muka seolah berkata bahwa keterbatasan tidak akan pernah mengalahkan mimpi Dia selamanya. Hal ini yang coba Saya terapkan dalam kehidupan nyata. Semoga sedikit kisah narasi yang aneh ini dapat memberi kita inspirasi dan motivasi baru dalam menggarungi lautan kehidupan yang dipenuhi dengan ombak cobaan, musibah dan kebahagiaan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s