OpenOffice Kian Tangguh


https://i2.wp.com/screenshots.en.softonic.com/en/scrn/21000/21277/3_openoffice3-02.jpg

JAKARTA – Keberadaan sistem operasi terbuka atau open source kian vital di tengah dominasi perusahaan besar. Contoh kisah sukses ialah GNU/Linux beserta turunannya, yang mampu menandingi sistem operasi proprietary, aplikasi gratis open source berkembang pesat.

Cerita lain yang patut disimak adalah keberadaan Open Office. Software tersebut dikenal sebagai aplikasi perkantoran tandingan MS Office.

Seperti rencana awal, pengembangan OpenOffice.org bertujuan mendobrak dominasi pasar dari MS Office dengan menyediakan pilihan berbiaya rendah, berkualitas tinggi dan terbuka. Di samping itu, Open Office diharapkan mampu mendukung standar dokumen terbuka untuk pertukaran data dan dapat di operasikan dengan berbagai platform, di antaranya GNU/Linux dan Proprietary.

Meski berbasis terbuka, pengembangan intensif dan penyempurnaan OpenOffice terus dilakukan para relawan. Hanya, tampilan grafis, fungsionalisasi chart dan teks masih menjadi masalah utama yang dihadapi para pengguna OpenOffice.

Berlatar itu, versi 3.0 yang sudah beredar dipermak kembali dengan versi terbaru Open Office 3.1. Pada versi terbaru, perbaikan dan peningkatan mencakup semua komponen, baik yang umum juga terhadap aplikasi Writer, Calc, Chart, Impress dan Base.

Untuk semua platform yang didukung, ke depan OOo 3.1 akan mendukung Antialiasing, memperhalus penampilan saat menggambarkan garis maupun lingkaran.

Perubahan pada Writer terjadi pada penggunaan dokumen, yakni mudah dikolaborasikan dengan Internet. Pada versi sebelumnya hal ini sulit dilakukan.

Kemudian pada versi 3.1 OOo, akan tersedia fitur file locking dan tidak bergantung pada fitur di Sistem Operasi. Fitur tersebut sangat memungkinkan terjadinya perlindungan terhadap kemungkinan salah hapus oleh peserta yang mengedit teks.

Perubahan lain terjadi pada upaya menonjolkan teks (highlight). Sekarang, Writer memiliki fitur penonjolan teks dimana terdapat ‘stabilo’ dengan pilihan warna persis sama dengan MS word.

Selain itu, komentar yang disisipkan di konten bisa berdialog, berikut dengan kemungkinan pencarian. Namun, khusus pemeriksaan gramatikal teks masih belum sempurna, meski telah menjadi bagian dari aplikasi.

Khusus program pengelola tabel (spreadsheet), perubahaan terjadi pada fitur Calc. Pengoperasian Calc kini bisa dilakukan dengan mengklik ganda untuk memberikan nama.

Fitur ini dapat memperbesar dan memperkecil tampilan, seperti yang telah diterapkan di Writer. Untuk program presentasi Impress kini tersedia dua tombol untuk mengatur ukuran huruf (fonts).

Dengan penyempurnaan macam itu, OpenOffice memiliki fitur yang begitu persis dengan MS office. Dari segi tampilan layout pun kian serupa. Hal yang membedakan hanyalah ongkos gratis dan kebutuhan memori yang kecil.

Sejak diluncurkan 13 October 2000, Open Office mendapatkan sambutan luar biasa dari berbagai kalangan, begitu pun di dunia maya. Umumnya, mereka berpendapat bila OpenOffice bisa disempurnakan lagi, maka MS Office harus bersiap dilibas dan tergusur.

Aplikasi ini bisa didownload secara bebas. Anda cukup Googling dan ketik download OpenOffice, maka anda segera mendapatkannya tanpa mesti repot mencari kode aktivasi atau harus melalui masa trial yang menyebalkan. (amar/igos)

Tertarik…? 

sumber: http://www.igos.web.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s