Mantan Raja Nepal Dipaksa Bayar Rekening Listrik


Kamis, 23 Oktober 2008 | 14:29 WIB

KATHMANDU, KAMIS — Setelah kehilangan tahta tahun lalu, mantan Raja Nepal Gyanendra kehilangan istana dan uang saku tahunannya. Kini, Gyanendra pun akan kehilangan listrik gratisnya.

Direktur Otoritas Listrik Nepal Arjun Karki, Kamis (23/10), mengatakan, Gyanendra dan kerabatnya harus membayar tagihan listrik sebesar 1 juta dollar AS (sekitar Rp 9,8 miliar). Gyanendra dan kerabatnya tidak pernah membayar listrik sejak berkuasa secara absolut tahun 2005.

Jumlah sebesar itu untuk membayar listrik di 22 bangunan, termasuk kediaman pribadi bekas raja itu dan rumah milik putrinya, saudarinya, dan sepupunya.

Otoritas Listrik Nepal memberi tenggat 15 hari bagi Gyanendra untuk membayar tagihan tersebut. Jika tidak bisa dilunasi, kata Karki, listrik akan diputus.

Gyanendra dipaksa menyerahkan kekuasaan otoriternya pada April 2005 oleh demonstran prodemokrasi dalam aksi selama beberapa pekan. Tidak lama setelah pemilu digelar pada Mei 2008, pemerintahan baru yang didominasi kelompok Maois menggelar pemungutan suara untuk menghapuskan monarki dan memaksa Gyanendra keluar dari istananya.

Gyanendra kini tinggal di sebuah tempat peristirahatan musim panas di sebuah bukit di pinggiran Kathmandu. Dia diperkirakan akan pindah ke rumah lamanya sebelum menjadi raja. Kedua bangunan itu termasuk dalam daftar pemutusan listrik jika tagihan tidak dibayar.

Uncategorized

3 thoughts on “Mantan Raja Nepal Dipaksa Bayar Rekening Listrik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s